Bicara peluang investasi di Indonesia untuk 5–10 tahun ke depan, saya justru lebih tertarik melihat sektor-sektor yang menjadi "penopang" perkembangan teknologi dan ekonomi digital, bukan hanya perusahaan yang produknya sedang viral atau ramai dibicarakan. Saat ini dunia sedang bergerak ke arah AI, digitalisasi, pusat data, dan otomatisasi. Semua itu tidak bisa berjalan sendiri. Mereka membutuhkan listrik, jaringan internet yang kuat, pusat data, serta pasokan bahan baku dan infrastruktur yang memadai.
Nah, Indonesia punya modal yang cukup besar untuk ikut menikmati perkembangan ini. Kita punya sumber daya energi, cadangan mineral yang melimpah, lahan yang masih luas, dan jumlah penduduk yang besar. Karena itu saya melihat sektor telekomunikasi, data center, energi, mineral strategis, dan infrastruktur industri akan menjadi sektor yang menarik untuk dicermati dalam beberapa tahun ke depan. Contohnya seperti TLKM, ISAT, dan EXCL yang berada di sektor digital dan telekomunikasi. Ada juga ADRO dan BYAN yang berperan dalam penyediaan energi. Sementara INCO, MBMA, UNTR, ASII, dan TPIA berpotensi menikmati manfaat dari pertumbuhan industri dan pembangunan infrastruktur yang terus berkembang.
Kalau ditanya perusahaan seperti apa yang cocok untuk investasi jangka panjang, saya pribadi lebih suka perusahaan yang punya posisi penting dalam sebuah ekosistem industri. Perusahaan yang produknya atau jasanya akan tetap dibutuhkan meskipun tren terus berubah. Biasanya perusahaan seperti ini punya keunggulan yang sulit ditiru, entah itu jaringan yang luas, cadangan sumber daya yang besar, infrastruktur yang kuat, atau pangsa pasar yang dominan. Selain itu, saya juga selalu melihat apakah perusahaan tersebut mampu menghasilkan laba dan arus kas yang sehat secara konsisten.
Contohnya TLKM yang bukan lagi sekadar perusahaan telekomunikasi, tetapi juga mulai menjadi pemain penting di bisnis data center. BYAN menarik karena memiliki cadangan sumber daya dan kemampuan menghasilkan arus kas yang kuat. INCO dan MBMA berada pada posisi yang strategis karena terhubung dengan kebutuhan nikel untuk energi baru dan kendaraan listrik. Sementara ASII dan UNTR memiliki ekosistem bisnis yang luas dan berpotensi terus menikmati pertumbuhan dari pembangunan industri dan infrastruktur di Indonesia.
Pada akhirnya, saya percaya investasi jangka panjang bukan soal mencari saham yang paling cepat naik dalam beberapa bulan. Yang lebih penting adalah menemukan perusahaan yang bisnisnya masih akan dibutuhkan 5 sampai 10 tahun ke depan. Kalau perusahaan itu berada di industri yang tepat, punya fondasi bisnis yang kuat, dan terus bertumbuh, biasanya waktu akan menjadi teman terbaik bagi investor.








