Sabtu, 18 Juli 2026

Selayang Pandang Asal Muasal Desain Logo PMKRI Cabang Soe

Logo PMKRI Cabang Soe lahir dari kolaborasi ide dan diskusi konstruktif antara Paul Aoetpah (perancang desain) dan Lexi Tamonob mewakili penggagas cabang yang baru terbentuk, pada tanggal 12 Juli 2026.


🔹 Proses Kelahiran Ide

Awalnya, Lexi Tamonob menghubungi untuk meminta bantuan pembuatan desain logo tanpa memiliki sketsa awal. Paul segera merespons dan mengajukan gagasan dasar yang mengangkat kekayaan daerah: Gunung Mutis, kayu cendana, dan simbol 3 Swapraja yang menjadi akar wilayah TTS. Dalam kesepakatan cepat, disepakati elemen utama berupa Rumah Adat Bulat (Lopo / Ume Khubu) sebagai wajah utama identitas.

Proses berjalan dinamis: Paul menyempurnakan bentuk, mempertimbangkan usulan Santo Pelindung Arnoldus Janssen (diputuskan tidak ditampilkan dalam bentuk gambar agar tetap sederhana), hingga pada tahap akhir disepakati penambahan Perisai (Tameng). Usulan ini disampaikan Lexi dengan makna: "Biar bisa tangkis serangan dari luar", yang disambut baik sebagai simbol ketangguhan organisasi. Kayu cendana akhirnya tidak dimasukkan dalam elemen visual dengan pertimbangan konservasi, namun tetap menjadi kenangan sejarah wilayah.

🔹 Filosofi & Makna Mendalam

Logo ini bukan sekadar gambar, melainkan rangkuman jiwa PMKRI di bumi Timor Tengah Selatan:

✅ Bentuk Utama: Rumah Adat Lopo / Ume Khubu

Melambangkan persaudaraan, tempat bernaung, persekutuan yang hangat, serta identitas budaya asli.

✅ Landasan Iman & Intelektualitas

Dilengkapi Kitab Suci sebagai sumber kebenaran dan Salib sebagai jati diri iman Kristiani, serta Obor 5 Nyala yang mewakili semangat Pancasila.

✅ Simbol Wilayah & Alam

- Gunung Mutis: Keteguhan dan puncak cita-cita tertinggi.

- 3 Cahaya Bintang: Menyatukan semangat tiga wilayah leluhur: Mollo, Amanuban, dan Amanatun.

- Tangkai Padi (17 Bulir): Simbol kemerdekaan dan kemakmuran.

✅ Perisai Bermotif Tais

Berfungsi sebagai benteng pertahanan iman dan prinsip, sekaligus dihiasi tenun khas yang menegaskan akar budaya yang kuat dan membumi.

✅ Warna & Jiwa

Paduan Emas/Kuning (kemuliaan & semangat), Hijau (pertumbuhan), serta Cokelat (kesederhanaan & tanah leluhur).

✅ Teladan Spiritual

Dibawah naungan St. Arnoldus Janssen, mengajak setiap kader menjadi pribadi yang berjiwa misioner, cerdas, dan berbakti. 

Logo ini resmi disepakati dan finalisasi makna dilakukan pada dini hari tanggal 13 Juli 2026, menjadi simbol kebanggaan baru bagi mahasiswa PMKRI di Timor Tengah Selatan untuk terus bersinar, berakar kuat, dan membawa manfaat bagi Gereja dan Tanah Air. Pro Ecclesia et Patria


like...